Pengertian dan Jenis-Jenis Memori - Didiet X-Fuera

Pengertian dan Jenis-Jenis Memori


Pengertian memori

Tulving dan Craik (Sternberg dan Sternberg, 2012:187) menjelaskan bahwa memori merupakan sebuah kondisi dalam rangka memertahankan dan menggambarkan informasi yang telah dilalui. Informasi yang didapatkan kemudian digunakan pada masa sekarang. Bjorklund, dkk (Sternberg dan Sternberg, 2012:187) menjelaskan bahwa memori merupakan sebuah proses tentang dinamika mekanisme yang memiliki hubungan dengan menyimpan informasi, memertahankan, dan kemudian memanggil kembali informasi tentang masa yang telah lampau. Groves  (Rakhmat, 2013:53) memaparkan bahwa memori merupakan sistem yang dimiliki individu untuk menyimpan fakta-fakta yang ada di dunia luar dan kemudian digunakan untuk membimbing perilakunya. Individu secara tidak sadar akan merekam dan menyimpan stimulus yang diterimanya dari alat indera.

Dakir (Baharuddin, 2007:111) memaparkan bahwa memori merupakan sebuah usaha untuk memahami, menyimpan, dan kemudian memproduksi kembali informasi yang telah diterima. Verbeek (Baharuddin, 2007:111) menjelaskan bahwa memori merupakan sebuah aktifitas otak individu yang informasinya berasal dari masa lalu. Roediger dan Wertsch (2008:11) memaparkan bahwa penerapan memori pada beberapa aliran psikologi. Psikolog kognitif memelajari belajar dan memori yang kemudian digunakan dalam perilaku eksperimen, yaitu individu yang diberikan tugas hubungan memori dan performa mereka akan terukur.

Guggenheim (2009:40) memaparkan bahwa memori merupakan sebuah cara untuk menghubungkan antara individu dan waktu. Individu memiliki kemampuan untuk mengingat dan mengenang masa lalunya. Memori yang bekerja mengarah kepada tempat penyimpanan sementara serta manipulasi yang akan dibutuhkan untuk kognisi. Baddeley (Fougnie dan Marois, 2011:2) menjelaskan bahwa kemampuan dalam menjaga representasi secara aktif dan dapat diakses sangat penting untuk diperhatikan, serta perilaku yang cerdas juga didasari pada proses kognitif seperti pembelajaran bahasa dan menyelesaikan masalah.

Ornstein, dkk (Santrock, 2011:263) memaparkan bahwa memori merupakan rententan informasi yang tersimpan dari masa yang telah dilalui. Para psikolog pendidikan telah memelajari bahwa informasi awalnya memiliki tempat di memori, disimpan dan kemudian menunggu untuk diambil untuk tujuan tertentu. Memori merupakan suatu yang penting dalam kelanjutan diri individu. Apabila memori tidak ada, individu tidak akan mampu mengingat kejadian yang telah terjadi kemarin dan menghubungakan dengan kejadian yang dialami sekarang.

Oz dan Roizen (2007:47) memaparkan bahwa memori merupakan sebuah proses memelajari informasi yang didapatkan, kemudian menyimpan dan akhirnya diingat kembali apabila diperlukan, baik untuk tujuan bercerita dan membantu memecahkan masalah-masalah, maupun membantu dalam sebuah kejadian untuk menjadi saksi. Kaufman dan Sternberg (2010:282) memaparkan bahwa memori dapat disebut juga sebagai konten penunjuk, rangsangan yang aktif bersama akan dikodekan dalam neuron distribusi yang saling tumpang tindih. Ornstein, dkk (Santrock, 2011:263) menjelaskan bahwa para psikolog pendidikan menekankan bahwa memori pada anak-anak bukan tentang menambahkan informasi ke dalam memori, melainkan tentang anak-anak yang secara aktif membangun memori mereka sendiri.

Baddeley, dkk  (Sternberg dan Sternberg, 2012:187) menjelaskan bahwa para psikolog kognitif menemukan tiga proses memori secara umum, yaitu encoding, storage, dan retrieval. Pada proses encoding, informasi sensori yang diterima oleh indera diubah dalam bentuk representasi mental. Proses storage informasi yang telah diubah kemudian disimpan dan dijaga dalam memori. Pada proses retrieval apabila informasi yang telah disimpan dalam memori dibutuhkan, maka informasi akan dikeluarkan dan digunakan.

Bruno (Syah, 2012:72) memaparkan bahwa memori merupakan sebuah proses mental yang di dalamnya terdapat proses pengodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali semua informasi yang memiliki pusat di otak. Best (Syah, 2012:73) menjelaskan bahwa informasi yang diterima oleh individu, sebelum masuk kemudian diproses oleh short term memory, informasi lebih dahulu akan tersimpan di dalam sensory memory. Sensory memory merupakan sebuah sistem penyimpanan informasi dalam syaraf indera.

Jenis-jenis memori

Adapun jenis-jenis memori yang diungkapkan oleh Rakhmat (2013:60) sebagai berikut.

  1. Recall merupakan proses yang aktif untuk memanggil kembali fakta ataupun informasi secara verbatim.
  2. Recognition yaitu proses memori individu antara sukar mengingat kembali fakta-fakta yang pernah masuk ke dalam memorinya ataupun mudah dalam mengenali fakta-faktanya.
  3. Relearning merupakan proses yang terjadi di dalam memori individu untuk menguasai kembali suatu informasi yang telah dipelajari dan informasi yang telah masuk di memori.
  4. Redintegration merupakan proses membangun kembali seluruh informasi yang berada di masa lalu dengan memberikan suatu petunjuk memori kecil.

McKhann dan Albert (2010:32) membagi jenis memori menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Memori baru melawan memori lama. Memori lama lebih sulit hilang daripada memori baru. Kebanyakan informasi pada memori lama lebih berkesan daripada informasi yang ada di memori baru.
  2. Memori untuk keahlian dan memori untuk fakta. Memori untuk keahlian memiliki tempat yang berbeda dengan memori untuk fakta. Pada memori untuk keahlian yang ada pada individu sulit memelajari fakta-fakta baru.

Syah (2012:77) membagi jenis memori menjadi dua berdasarkan jenis informasi dan pengetahuan yang disimpan, yaitu:

  1. Semantic memory, yaitu jenis memori yang memiliki konten tentang banyak arti atau pengertian. Reber (Syah, 2012:77) memaparkan bahwa pada memori semantik informasi yang diterima diubah dan diberi sebuah kode arti, dan disimpan berdasarkan arti yang telah ada, sehingga informasi yang tersimpan bukan bentuk aslinya melainkan dalam bentuk yang telah berikan kode arti.
  2. Episodic memory, yaitu jenis memori yang isinya menyimpan informasi tentang peristiwa yang telah dialami oleh individu.

Mekanisme memori

Rakhmat (2013:63) menjelaskan mekanisme memori berdasarkan beberapa teori, yakni sebagai berikut:

  1. Disuse theory, menjelaskan bahwa informasi pada memori akan memudar seiring berjalannya waktu. Memori individu akan semakin bagus apabila sering dilatih. Hunt (Rakhmat, 2013:63) memaparkan bahwa William James dan Benton J. Underwood telah membuktikan bahwa semakin sering individu mengingat informasi maka memori individu akan semakin jelek.
  2. Interference theory, menjelaskan bahwa informasi yang diterima kemudian dimasukkan ke memori terus-menerus akan menyebabkan informasi sebelumnya semakin sulit diingat.
  3. Information theory, memaparkan bahwa informasi awalnya masuk ke dalam gudang inderawi, kemudian menuju ke memori jangka pendek, dan kemudian dilupakan atau dikoding agar dapat masuk ke memori jangka panjang. Jika informasi yang diterima dapat dipertahankan di memori jangka pendek, maka informasi akan menuju ke memori jangka panjang.


Get notifications from this blog