Apa Itu Asosiasi? - Didiet X-Fuera

Apa Itu Asosiasi?


Pengertian asosiasi
Syah (2012:122) memaparkan bahwa berpikir asosiatif merupakan sebuah proses pembentukan sebuah hubungan antara respon dengan rangsangan dengan cara mengasosiasikan suatu objek dengan objek lainnya. Daya ingat menjadi faktor penting dalam berpikir asosiatif.

Individu yang telah melalui proses belajar, baik formal maupun non formal akan mengalami pertambahan pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat menghubungkan suatu objek materi dengan stimulus yang sedang dihadapi.

Sternberg dan Sternberg (2012:530) memaparkan bahwa asosiasi merupakan sebuah kejadian atau ide yang berada di pikiran yang kemudian dihubungkan dengan suatu informasi dengan informasi lainnya yang didapatkan dari pembelajaran.

Parera (2004:119) memaparkan bahwa asosiasi merupakan sebuah dasar yang utama pada hubungan antara makna lama dengan makna yang telah ada sekarang, yaitu makna yang telah bergeser.

Sternberg dan Sternberg (2012:9) menjelaskan bahwa asosiasi mencoba mencari tahu elemen-elemen yang terkandung dalam pikiran, seperti kejadian atau ide-ide, akan saling asosiasi dengan informasi-informasi yang ada di pikiran.

Sternberg dan Sternberg (2012:10) memaparkan bahwa sebuah asosiasi dapat berasal dari tiga sumber, yaitu sebagai berikut.

  1. Persentuhan, yaitu menghubungkan suatu peristiwa yang cenderung terjadi secara bersamaan, baik pada waktu yang sama maupun tempatnya.
  2. Kemiripan, yakni menghubungkan objek yang memiliki konten-konten atau sifat yang mirip.
  3. Perbedaan, yaitu menghubungkan objek yang memiliki polaritas, seperti panas dan dingin, terang dan gelap, serta siang dan malam.

Jenis asosiasi
Sarwono (2013:110-111) memaparkan bahwa asosiasi terbagi menjadi lima jenis, yaitu:
  1. Asosiasi bebas merupakan jenis asosiasi yang proses berpikir terhadap suatu informasi tanpa adanya tertentu terhadap objek tertentu. Kalat (2008:578) memaparkan bahwa asosiasi bebas merupakan sebuah metode terapi psikoanalisis yang membantu mengungkapkan permasalahan individu. Terapi psikoanalisis diperintahkan untuk mulai memikirkan suatu masalah yang ada di dalam pikiran, kemudian diekspresikan dalam bentuk kata, frasa, atau gambar visual. Individu kemudian diminta untuk tidak menyembunyikan masalah apapun sehingga psikoanalis dapat menghubungkan dan menginterpretasikan hubungan setiap kalimat yang keluar dari klien.
  2. Asosiasi terkontrol, yaitu asosiasi yang keadaannya saat sebuah informasi dapat memunculkan banyak ide yang tetap berada di dalam batasan-batasan tertentu.
  3. Melamun, yaitu suatu kondisi individu yang sedang mengkhayalkan informasi dengan bebas. Individu yang berkhayal tidak memiliki batasan meskipun peristiwa yang dikhayalkan tidak realistis.
  4. Mimpi merupakan sebuah asosiasi informasi yang muncul dengan tidak disadari pada saat tertidur. Mimpi yang sesungguhnya terjadi di otak akan dengan mudah terlupakan saat individu terbangun, meskipun terkadang ada mimpi yang masih bisa diingat.
  5. Berpikir artistik, yaitu sebuah proses asosiasi yang bersifat subjektif yakni saat individu dengan mudah dipengaruhi oleh pandangan pribadi tanpa memerhatikan dan memerdulikan pandangan yang ada di sekitarnya.

Get notifications from this blog