Ketika Rumahku Kemalingan!
Usia kandungannya sudah memasuki pekan 39 dan inilah saatnya istri saya untuk bersiap melakukan persalinan anak kedua. Pada tanggal 9 Desember 2025, saya dan istri akhirnya memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit Ibu dan Anak yang ada di Makassar untuk melakukan pemeriksaan, apakah sudah waktunya untuk melahirkan atau tidak. Awalnya istri berencana untuk melahirkan di kampung halaman, namun karena sudah ada kontraksi kecil yang dirasakan sehingga kami memutuskan untuk tetap
Kami meninggalkan rumah di tanggal 9 itu sekitar pukul 11.00 WITA. Kemudian, kami mampir di rumah adik yang ada di Makassar untuk beristirahat sejenak. Barulah pada sore harinya kami memutuskan untuk ke RSIA. Kami datang datang memeriksakan kandungan istri. Namun, dokter mengatakan baru pembukaan 1 dan kami diminta untuk kembali, melakukan gerakan yang bisa memicu kontraksi.
Berhubung malam belum larut, saya dan istri memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke salah satu mall terbesar di Makassar hingga mall tutup. Kami pun kembali ke rumah adik dan kembali beristirahat. Saya dan istri tiba-tiba berpikir "Bagaimana seandainya kalau hari Sabtu besok kita ke kampung halaman saja? Toh belum ada pembukaan". Dari pikiran tersebut kami pun memutuskan untuk mempersiapkan perlengkapan kami untuk pulang kampung. Ya, saya kembali ke rumah kami yang ada di Kabupaten Pangkep untuk mengambil barang-barang yang diperlukan pada hari Sabtu pagi.
Kami pun berangkat ke sana pada hari Sabtu dan tiba sekitar pukul 07:30 WITA. Alangkah terkejutnya kami, pagar rumah yang sudah kami tutup dalam keadaan terbuka. Saya dan istri otomatis kaget dan mulai panik. Saya pun meminta istri untuk masuk dan memberikan konfirmasi bahwa pintu utama rumah kami juga sudah dalam keadaan terbuka dan lampu di dalam rumah kami dalam keadaan menyala. Padahal, kami mematikan semuanya sebelum kami tinggalkan.
Setelah itu, saya meminta istri untuk memeriksa kamar utama kami. Hal yang kami takutkan ternyata terjadi. Lemari kami yang menyimpan banyak barang dalam keadaan terbongkar. Istri pun mengonfirmasi bahwa harta kami berupa uang tunai sebesar Rp.7.000.000 untuk biaya kebutuhan lahiran dan setelahnya, serta perhiasan emas (termasuk emas batangan) sekitar 13 gram hilang tak tersisa.
Kejadian itu sontak membuat istri saya terpukul dan menangis di dalam pelukan saya. Setelah itu, saya memeriksa ruangan lain dan kamar tamu kami pun sempat dimasuki kawanan perampok. Untungnya tidak ada barang berharga di ruangan itu dan tidak ada kehilangan lainnya.
Saya pun berinisiatif menelpon polisi lewat nomor baru mereka di 110. Alhamdulillah, langsung terhubung dengan Polres Pangkep. Singkat cerita, polisi datang ke rumah kami untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan beberapa barang bukti.
Setelah 2 hari setelah kejadian, istri saya akhirnya melahirkan anak kedua kami dengan sehat dan selamat. Sebagai kepala keluarga, momen ini cukup mengobati rasa duka kami setelah kehilangan harta. Namun, di sisi lain, ada kewajiban yang harus kami penuhi sebagai orangtua untuk anak kami.
Akhirnya, hingga tulisan ini dibuat, belum ada update terbaru atau kabar menyenangkan yang kami dapat dari pihak kepolisian. Semoga secepatnya ada kabar baik, meski harta kami mungkin tidak akan kembali, setidaknya kami bisa tahu siapa pelakunya dan apa motifnya.
Posting Komentar untuk "Ketika Rumahku Kemalingan!"